Pertemuan ilmiah yang
akhir-akhir ini marak digelar, merupakan fenomena positif bagi pengembangan
ilmu pengetahuan dan jabatan. Selain dapat
meningkatkan kualitas keilmuan dan keterampilan teknis, juga saat ini merupakan
ajang untuk memperoleh sertifikat guna penambah angka kredit jabatan. Lebih dari itu, pertemuan tersebut diharapkan
akan menumbuhkan pola pikir kritis, peka dan sikap tanggap dari peserta
terhadap masalah-masalah pembangunan.
Dari berbagai temu ilmiah yang
diadakan, sering terlihat adanya tata cara, prosedur dan teknik penyelenggaraan
tidak sesuai dengan bentuk temu ilmiah yang sedang diselenggarakan. Tidak jelas apakah berbentuk seminar, diskusi
panel ataukah simposium. Ketidakjelasan
tersebut apabila dibiarkan berlarut-larut akan menimbulkan hasil yang tidak
sesuai dengan target sasaran, juga merupakan penghamburan sumber daya dan dana
yang tersedia.
Untuk menghindari hal
tersebut, berikut dijelaskan beberapa bentuk pertemuan ilmiah serta tujuan dan
teknik penyelenggaraannya berdasarkan pedoman umum yang telah dibakukan oleh
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.