Teknik Menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah

          Pertemuan ilmiah yang akhir-akhir ini marak digelar, merupakan fenomena positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan jabatan.  Selain dapat meningkatkan kualitas keilmuan dan keterampilan teknis, juga saat ini merupakan ajang untuk memperoleh sertifikat guna penambah angka kredit jabatan.  Lebih dari itu, pertemuan tersebut diharapkan akan menumbuhkan pola pikir kritis, peka dan sikap tanggap dari peserta terhadap masalah-masalah pembangunan.
Dari berbagai temu ilmiah yang diadakan, sering terlihat adanya tata cara, prosedur dan teknik penyelenggaraan tidak sesuai dengan bentuk temu ilmiah yang sedang diselenggarakan.  Tidak jelas apakah berbentuk seminar, diskusi panel ataukah simposium.  Ketidakjelasan tersebut apabila dibiarkan berlarut-larut akan menimbulkan hasil yang tidak sesuai dengan target sasaran, juga merupakan penghamburan sumber daya dan dana yang tersedia.
Untuk menghindari hal tersebut, berikut dijelaskan beberapa bentuk pertemuan ilmiah serta tujuan dan teknik penyelenggaraannya berdasarkan pedoman umum yang telah dibakukan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 

UPAYA MENCARI ALTERNATIF BENTUK PENDANAAN DAN PEMBIAYAAN KOPERASI

Pendahuluan
Koperasi dilihat dari posisinya dalam perekonomian nasional, menduduki posisi yang sangat strategis mengingat koperasi merupakan pelaksanaan dari pesan konstitusional yang dengan santer dilaksanakan bersamaan dengan timbulnya ”orde baru” dalam pemerintah negara RI.  Terlebih pada saat perekonomian nasional mengalami stagnasi seperti saat ini, peranan koperasi semakin mendapatkan tempat. 

Taktik Mengelola Keuangan Keluarga

Secara sederhana, mengelola keuangan keluarga dapat diartikan sebagai suatu kegiatan merencanakan keuangan untuk  mencapai tujuan keuangan keluarga.  Tujuan keuangan keluarga, sama artinya dengan tujuan keuangan bersama suami/istri, yaitu bagaimana agar kita mampu hidup memadai dan memberikan rasa aman serta kepastian bagi masa depan keluarga kita.
Kesalahan besar yang umumnya dilakukan orang adalah tidak mengelola keuangan keluarga secara lengkap.  Padahal kita tidak bisa menutup mata bahwa kebutuhan hidup yang memerlukan pengeluaran dana sangatlah beragam, mulai dari pengeluaran yang bersifat rutin, juga pengeluaran yang sifatnya tidak terduga.
Karenanya penting untuk mengetahui taktik mengelola keuangan keluarga secara lengkap dan bijak.  Jika tidak, berapapun penghasilan yang kita miliki, kita bisa kena Over Spending Salary Syndrome yang membuat kantong bolong sebelum akhir bulan, dan bersiaplah menghadapi datangnya prahara ekonomi dalam keluarga!
Bagi Anda yang sedang berfikir untuk menghindari prahara tersebut, berikut adalah kiatnya: